Infrastruktur Ragam
Beranda » Pemkab Parimo Perkuat Penanganan Banjir Avolua, Dua Alat Berat Ditambah

Pemkab Parimo Perkuat Penanganan Banjir Avolua, Dua Alat Berat Ditambah

Wabup Parigi Moutong, Abdul Sahid saat meninjau lokasi banjir di Desa Avolua, Parigi Utara. Foto: Istimewa.

PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat penanganan dampak banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dengan menambah dua unit alat berat untuk mempercepat penanganan material lumpur dan kayu yang terbawa arus.

Penambahan alat berat tersebut disampaikan Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang sekaligus titik sumber aliran air di Desa Avolua, Kamis (27/08/2026).

Setibanya di lokasi, Abdul Sahid terlebih dahulu mendatangi posko BNPB. Selanjutnya, ia bersama BNPB, Satpol PP, Camat Parigi Utara, TNI dan Polri, serta pemerintah desa meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir.

Dalam peninjauan tersebut, Wabup melihat kondisi rumah warga yang terdampak, titik kerusakan akibat derasnya aliran air, serta sebuah pabrik durian yang turut terkena dampak banjir bandang.

Abdul Sahid mengatakan, Pemkab Parigi Moutong akan terus melakukan penanganan terhadap aliran sungai yang menjadi salah satu sumber masuknya air ke kawasan permukiman warga. Penambahan alat berat dilakukan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

DPRD Parigi Moutong Sahkan APBD Perubahan 2026, PAD Naik Jadi Rp 261 Miliar

“Insya Allah kami akan turunkan lagi tambahan dua unit alat berat hari ini. Karena dampak dari kejadian kemarin cukup merusak dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Abdul Sahid.

Ia menjelaskan, penanganan yang telah dilakukan di lapangan berhasil menutup dan mengalihkan aliran air yang sebelumnya mengarah ke permukiman warga.

“Alhamdulillah hari ini apa yang menjadi penyebab banjir bandang itu sudah bisa teratasi. Aliran air yang masuk ke pemukiman rakyat juga sudah tertutupi, sehingga sudah tidak ada lagi aliran ke sana. Mudah-mudahan ketika banjir kembali datang, ini sudah bisa teratasi,” jelasnya.

Meski penanganan awal telah dilakukan, Abdul Sahid menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan, terutama ketika kondisi aliran sungai kembali berpotensi membahayakan masyarakat.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah apabila menemukan kondisi aliran sungai yang mulai membahayakan.

Bupati Parigi Moutong Hadiri HUT ke-27 Buol, Perkuat Kolaborasi Antardaerah

“Saya sampaikan kepada masyarakat, tolong laporkan kepada pemerintah ketika kondisi aliran sungai ini sudah tidak bersahabat. Kami akan tinjau. Kalau memang perlu penanganan, segera mungkin peralatan kami turunkan ke lapangan,” katanya.

Selain penanganan teknis, Wabup mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Menurutnya, potensi banjir bandang dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk pada malam hari ketika masyarakat sedang beristirahat.

“Saya mohon kepada masyarakat dengan kondisi yang ada cukup hati-hati melihat situasi. Jangan sampai terjadi banjir bandang ketika masyarakat tengah malam sedang tidur lelap. Jadi, saya mohon masyarakat melihat cuaca yang ada dan cukup berhati-hati, serta siap siaga,” imbaunya.

Terkait penyebab banjir bandang, Abdul Sahid menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, tidak ditemukan adanya kegiatan pertambangan di wilayah bagian atas yang menjadi sumber aliran banjir.

“Di atas itu tidak ada kegiatan. Artinya, mungkin ada orang berpikir ada kegiatan tambang, tetapi di atas itu tidak ada. Ini memang menjadi kehendak Allah. Karena itu saya mohon kepada masyarakat untuk cukup berhati-hati,” ujarnya.

Cegah Kekerasan terhadap Anak, DP3AP2KB Parigi Moutong Desak Desa Lebih Peka

Ia mengajak masyarakat tetap berikhtiar, meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan setiap kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana kepada pemerintah.

Laporan: Ejang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *