Pendidikan
Beranda » Pemkab Parigi Moutong Fokus Validasi Data untuk Tekan Anak Tidak Sekolah

Pemkab Parigi Moutong Fokus Validasi Data untuk Tekan Anak Tidak Sekolah

Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan. Foto: Istimewa.

PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat upaya menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui validasi dan pemutakhiran data. Langkah tersebut dibahas dalam rapat teknis Tim Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Kabupaten Parigi Moutong di ruang rapat Bappelitbangda, Kamis (13/8/2026).

Rapat dipimpin Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, dengan membahas perkembangan kerja tim hingga Agustus 2026 sekaligus merumuskan langkah lanjutan untuk memastikan penanganan ATS berjalan tepat sasaran.

Validasi data menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut. Pemerintah daerah perlu memastikan data ATS yang tercatat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan, mengingat masih terdapat kemungkinan anak yang tercatat sebagai ATS sebenarnya telah kembali bersekolah, tetapi datanya belum diperbarui.

Karena itu, tim akan melakukan verifikasi dan pemutakhiran data dengan mencocokkan data kependudukan dan data pendidikan. Proses tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi anak yang belum atau tidak sedang menempuh pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong.

Data yang telah diverifikasi selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi bagi masing-masing anak. Anak yang masih putus sekolah, tidak melanjutkan pendidikan, maupun yang belum pernah bersekolah akan ditindaklanjuti berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Papan Digital Masuk Sekolah, Parigi Moutong Hadapi Kendala Internet dan Keamanan

Penanganan ATS dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan lembaga terkait, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), serta perangkat daerah lainnya.

Penguatan koordinasi juga diarahkan hingga tingkat kecamatan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pendataan, verifikasi, sekaligus penanganan anak secara langsung sesuai kondisi di wilayah masing-masing.

Pemkab Parigi Moutong menilai akurasi data menjadi salah satu kunci dalam menentukan keberhasilan program penanganan ATS. Data yang valid tidak hanya diperlukan untuk mengetahui jumlah anak yang belum mendapatkan pendidikan, tetapi juga untuk memastikan intervensi pemerintah benar-benar menyasar anak yang membutuhkan.

Dalam rapat tersebut juga ditekankan bahwa keberhasilan penanganan ATS tidak semata-mata diukur dari berkurangnya jumlah anak dalam daftar atau data administrasi. Hal yang lebih penting adalah memastikan anak benar-benar kembali mendapatkan akses pendidikan.

Melalui validasi data, pemutakhiran secara berkala, serta kerja sama lintas sektor hingga tingkat kecamatan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mendorong agar setiap anak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.

Hestiwati Nanga Minta Festival Literasi Parigi Moutong Dikemas Kreatif

Upaya tersebut diharapkan dapat menekan jumlah Anak Tidak Sekolah secara nyata sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Parigi Moutong.

Laporan: Fatir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *