PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Banjir yang melanda enam desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada 25 dan 27 September 2026, berdampak terhadap sekitar 175 kepala keluarga. Pemerintah daerah menyalurkan bantuan bahan pokok sekaligus mengerahkan dua unit alat berat untuk menormalisasi sungai dan menangani titik-titik kerusakan.
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mengunjungi warga terdampak dan menyerahkan 40 paket sembako dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kantor Desa Tomoli Utara, Rabu, 7 Oktober 2026.
Enam desa yang terdampak banjir tersebut ialah Tomoli Utara, Toribulu Selatan, Singura, Sibalago, Sienjo, dan Tomoli Selatan. Bencana yang terjadi pada akhir September itu kembali menyoroti persoalan banjir berulang di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Erwin mengatakan kondisi cuaca di Parigi Moutong berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mengalami kekeringan. Di wilayahnya, hujan masih kerap terjadi dan memicu banjir.
“Saat ini kita di Sulawesi terkenda dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Juga, tetangga kabupaten terjadi kebakaran, hampir di semua wilayah Sulawesi Tengah. Tenaga kesehatan diminta terus memantau kualiatas udara,” ungkapnya.
Erwin meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) mengidentifikasi titik-titik rawan agar banjir serupa tidak terus berulang.
“Bencana banjir ini terjadi berulang- ulang. Saya minta kepada OPD teknis BPBD dan Dinas PUPRP agar melihat titik masalah untuk mengantisipasi agar tidak terulang,” tandas Bupati.
Menurut Erwin, pemerintah daerah telah mengerahkan dua unit alat berat melalui BPBD untuk melakukan normalisasi sungai. Pekerjaan itu juga mencakup penanganan titik-titik tanggul yang jebol di enam desa terdampak.
“Alat berat ini dikerahkan untuk melakukan normalisasi sungai dan penutupan titik-titik jebol di enam desa terdampak guna mengantisipasi luapan air susulan dan mempercepat pemulihan infrastruktur,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, melaporkan bahwa pendataan sementara mencatat 35 kepala keluarga terdampak di Desa Toribulu Selatan, 30 KK di Desa Singura, 25 KK di Desa Sibalago, 15 KK di Desa Sienjo, dan 16 KK di Desa Tomoli Selatan.
“Kami berharap bantuan yang tidak seberapa ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan pokok hari demi hari,” pungkasnya.
Setelah penyerahan bantuan, Erwin bersama Rivai, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPRP, serta pemerintah kecamatan dan desa meninjau pekerjaan normalisasi sungai dan pemasangan geobag di lokasi terdampak.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko luapan air susulan sekaligus mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak banjir.
Laporan : Jangs Labrie**


Komentar