Ragam
Beranda » SIKIM Kelapa Avolua Akan Diaktifkan Kembali, Tenaga Lokal Jadi Prioritas

SIKIM Kelapa Avolua Akan Diaktifkan Kembali, Tenaga Lokal Jadi Prioritas

Bupati H. Erwin Burase Terima Audiensi PT. Berkah Maju Global. Foto: Istimewa

PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong membuka peluang pengelolaan kembali Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, setelah fasilitas tersebut tidak beroperasi selama kurang lebih empat tahun.

Rencana pengaktifan kembali sentra pengolahan kelapa itu dibahas Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase saat menerima audiensi perwakilan PT Berkah Maju Global di Ruang Rapat Bupati, Senin (6/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki skema kerja sama pemanfaatan sarana dan prasarana SIKIM sekaligus melihat peluang pengembangan industri pengolahan kelapa di daerah.

Bupati Erwin Burase mengatakan pemerintah daerah pada prinsipnya terbuka terhadap investasi yang dapat menghidupkan kembali fasilitas tersebut. Namun, kerja sama yang dibangun harus memberikan manfaat yang seimbang bagi seluruh pihak serta tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

“Prinsip yang kita cari adalah kesepakatan bersama, jangan sampai ada pihak yang dirugikan. Sebaiknya semua pihak mendapatkan keuntungan, itulah yang kita harapkan. Selama aset SIKIM dapat dikelola kembali, kami sangat mendukung,” ujar Bupati.

Tekan Kasus TBC Hingga Pelosok, Desa Kayuboko Jadi Desa Siaga Tuberkulosis

Menurut Bupati, sebelum kerja sama dilanjutkan, kondisi fasilitas harus diketahui secara pasti. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan karena SIKIM telah lama tidak beroperasi dan sebagian fasilitas maupun peralatan di lokasi diketahui sudah tidak tersedia.

Karena itu, Bupati meminta perangkat daerah terkait segera melakukan pengecekan lapangan. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi bangunan dan berbagai fasilitas penunjang, seperti jaringan listrik, ketersediaan air, drainase, sanitasi, hingga sistem pengelolaan limbah.

Hasil pemeriksaan nantinya menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan perbaikan maupun pembangunan kembali fasilitas yang diperlukan untuk mendukung kegiatan produksi.

Dalam pembahasan kerja sama, aspek investasi juga menjadi perhatian. PT Berkah Maju Global diproyeksikan menanggung sejumlah kebutuhan, mulai dari pengadaan peralatan, perbaikan fasilitas hingga pembangunan kembali sarana yang sudah tidak layak.

Karena itu, Bupati meminta skema bagi hasil disusun secara proporsional dengan mempertimbangkan kepentingan investor sekaligus potensi penerimaan bagi daerah.

Resmi Dilantik, Kadis Kesehatan Parimo Geber Percepatan Eliminasi TBC

“Jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi, berada di tengah-tengah dan sesuai aturan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar menghidupkan fasilitas industri, Bupati ingin keberadaan SIKIM memberikan dampak langsung terhadap masyarakat sekitar. Perusahaan yang nantinya mengelola fasilitas tersebut didorong membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Bupati juga meminta agar bahan baku produksi sedapat mungkin diperoleh dari petani setempat, khususnya komoditas kelapa yang menjadi salah satu potensi daerah.

“Kita harapkan SIKIM ini tidak hanya berputar di angka keuntungan, tapi juga menyerap tenaga kerja warga dan menjadi pasar bagi petani kelapa di sekitarnya. Semua persiapan sebaiknya dipercepat, kita ingin segera mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan agar fasilitas ini dapat beroperasi kembali,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Bappelitbangda Irwan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Fit Dewana, Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Moko Ariyanto, serta Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dadan Priatna Jaya.

Papan Digital Masuk Sekolah, Parigi Moutong Hadapi Kendala Internet dan Keamanan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Parigi Moutong, Fit Dewana, mengatakan masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu disiapkan sebelum pengelolaan SIKIM kembali berjalan.

Salah satunya menyangkut bentuk kelembagaan atau pihak yang akan menjadi mitra kerja sama, termasuk kemungkinan melibatkan satuan kerja terkait maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Jenis produk yang akan dikembangkan juga perlu ditentukan sebagai bagian dari strategi hilirisasi komoditas kelapa.

Fit berharap pengelolaan SIKIM ke depan dapat berjalan lebih efektif dibandingkan sebelumnya dan mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas, terutama melalui penyerapan tenaga kerja masyarakat sekitar.

Sebagai tindak lanjut, tim teknis akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi SIKIM Kelapa Terpadu di Desa Avolua. Hasil pemeriksaan tersebut akan digunakan untuk menyusun rancangan kerja sama yang mencakup aspek teknis, kelembagaan, investasi, serta pola pengelolaan.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap proses tersebut dapat berjalan cepat dan terukur sehingga SIKIM Kelapa Terpadu kembali berfungsi sebagai pusat pengolahan komoditas kelapa.

Jika terealisasi, pengoperasian kembali fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menggerakkan aktivitas industri, tetapi juga memperkuat hilirisasi kelapa, menciptakan lapangan kerja, membuka pasar bagi hasil produksi petani, dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Parigi Moutong.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *