PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong masih menunggu hasil analisis kualitas udara yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sampel udara yang dikumpulkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat belum dapat dianalisis secara mandiri karena laboratorium daerah belum memiliki peralatan untuk melakukan pengujian tersebut.
DLH Kabupaten Parigi Moutong secara berkala mengambil sampel udara sebagai bagian dari pemantauan kualitas lingkungan sekaligus penyusunan Indeks Kualitas Udara (IKU) tahunan.
Analis Laboratorium DLH Kabupaten Parigi Moutong, Safira, S.Si., mengatakan laboratorium daerah saat ini masih berfokus pada pengambilan sampel di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.
Hal itu disampaikan Safira saat ditemui pada Selasa, 6 Oktober 2026.
“Jadi kalau Parigi Moutong sendiri ada pengambilan kualitas udara, tapi kalau dari laboratorium DLH sendiri itu belum menganalisis atau mencari tahu hasilnya. Jadi kami hanya mengambil sampel udaranya,” ujarnya.
Menurut Safira, pengambilan sampel dilakukan dua kali dalam setahun pada empat lokasi yang mewakili kawasan perkantoran, industri, transportasi, dan permukiman.
“Ada empat titik, yaitu di area perkantoran tepatnya di Kantor Bupati, area industri di pabrik tahu Bambalemo, area transportasi di depan Sail Tomini, dan area perumahan di belakang Pertamina,” jelasnya.
Dalam prosesnya, DLH menggunakan alat passive sampler yang dikirimkan oleh kementerian. Alat tersebut dipasang oleh tim laboratorium DLH di lokasi yang telah ditentukan untuk mengumpulkan sampel udara selama periode pemantauan.
Setelah proses pengambilan selesai, alat passive sampler dikemas dan dikirim kembali ke pusat untuk dianalisis.
Safira mengatakan pengambilan sampel terakhir dilakukan pada September 2026. Hingga kini, DLH Parigi Moutong masih menunggu hasil analisis dari laboratorium kementerian.
Hasil tersebut nantinya akan digunakan untuk mengetahui kondisi kualitas udara di wilayah Parigi Moutong, termasuk kondisi udara setelah terjadi fenomena kabut asap baru-baru ini.
“Selama ini masih aman hasilnya, cuma tidak tahu lagi karena baru-baru ini kan ada kejadian asap di Parigi Moutong. Cuma itu kita belum tahu hasilnya karena memang belum ada pengambilan sampel khusus untuk ini dan belum punya alat sendiri juga,” terangnya.
Pemantauan kualitas udara tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian lingkungan daerah. Data hasil analisis akan digunakan dalam menentukan skor akhir IKU Kabupaten Parigi Moutong.
Selain itu, hasil pemantauan juga menjadi salah satu tolok ukur pencapaian target kinerja DLH setiap tahun.
Laporan : Ariyanto**


Komentar