Pendidikan
Beranda » Hestiwati Nanga Minta Festival Literasi Parigi Moutong Dikemas Kreatif

Hestiwati Nanga Minta Festival Literasi Parigi Moutong Dikemas Kreatif

Bunda Literasi Parigi Moutong Hestiwati Nanga. Foto : Galang Anarki

PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan Festival Literasi 2026 yang rencananya digelar pada 28 Oktober mendatang. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap literasi sekaligus menghidupkan aktivitas di Perpustakaan Daerah.

Persiapan festival dibahas dalam rapat yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Parigi Moutong di ruang pertemuan Gedung Layanan Perpustakaan, Kamis, 17 September 2026.

Kepala Dispusarda Parigi Moutong Syamsu Nadjamudin mengatakan Festival Literasi menjadi salah satu kegiatan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap berbagai jenis literasi.

“Kita berupaya meningkatkan literasi masyarakat Parigi Moutong, misalnya minat baca termasuk dalam kegiatan Festival Literasi nantinya. Sejak 10 Agustus gedung ini sudah dimanfaatkan dan peminat terbesar pengunjung adalah TK dan SD,” jelas Syamsu saat memberikan pengantar dalam rapat.

Menurut Syamsu, pelaksanaan festival membutuhkan dukungan berbagai pihak. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pemerintah pusat dan masyarakat terhadap keberadaan Perpustakaan Daerah.

Tekan Kasus TBC Hingga Pelosok, Desa Kayuboko Jadi Desa Siaga Tuberkulosis

Dalam festival itu, Dispusarda menyiapkan stan pameran yang dapat dimanfaatkan perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, dan pelaku usaha. Sejumlah kegiatan juga dirancang, antara lain lomba mewarnai, lomba talkshow literasi yang sepenuhnya didanai Dispusarda, lomba menyanyi solo, dan kemah literasi hijau.

“Kemah literasi hijau, sasaranya pemanfaatan hutan kota Parigi yang akan dikerjasamakan dengan DLH, Disporapar dan Pramuka,” ucap Syamsu.

Berdasarkan hasil rapat internal sebelumnya, Festival Literasi 2026 direncanakan berlangsung pada 28 Oktober 2026.

Bunda Literasi Parigi Moutong Hestiwati Nanga Erwin yang hadir dan memimpin rapat mengatakan festival harus dikemas secara menarik dan kreatif. Konsep kegiatan, kata dia, perlu membuat masyarakat merasa nyaman untuk berkunjung dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

“Bagaimana caranya orang betah berkunjung di Perpustakaan seperti duduk di cafe. Kita sudah punya sarana prasarana yang sangat luar biasa. Alangkah ruginya kalau kita tidak manfaatkan,” ujar Hestiwati.

Resmi Dilantik, Kadis Kesehatan Parimo Geber Percepatan Eliminasi TBC

Hestiwati mengatakan Festival Literasi perlu digarap secara serius karena kegiatan tersebut diharapkan dapat menghidupkan Perpustakaan. Ia juga mendorong Dispusarda terus mempromosikan berbagai kegiatan yang dapat dilaksanakan di perpustakaan.

“Kolaborasi itu penting, ada pegiat literasi, ada akademisi, ada dunia usaha, ada pemerintah juga masyarakat. Saya yakin ini akan bermanfaat untuk masyarakat,” tandasnya.

Hestiwati juga mengapresiasi kerja Dispusarda, pihak terkait, dan sekolah yang telah mendukung pengembangan literasi. Ia mencontohkan keberhasilan salah satu peserta dari Parigi Moutong yang berhasil meraih prestasi dalam lomba bertutur hingga tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Bupati Hamzah Tcakunu. Ia memberikan sejumlah saran dan masukan terkait konsep pelaksanaan Festival Literasi 2026.

Festival Literasi 2026 melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Forum TBM, pegiat literasi dari berbagai komunitas, serta Pramuka.

Papan Digital Masuk Sekolah, Parigi Moutong Hadapi Kendala Internet dan Keamanan

Laporan : Ois Bakri**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *