PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Pemerintah Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TBC). Langkah ini diambil untuk memperkuat pencegahan, penemuan kasus secara dini, dan penanggulangan TBC berbasis masyarakat.
Pembentukan Desa Siaga TBC tersebut dilakukan melalui Gerakan Bersama Mengakhiri Tuberkulosis (Geber TBC) dengan mengusung inovasi Mari Libas TBC (Masyarakat Mandiri, Peduli, Bebas TBC).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Baliara pada Rabu, 9 September 2026, itu menjadi bagian dari upaya mendukung target eliminasi TBC pada 2030. Program ini sekaligus mendorong masyarakat terlibat aktif dalam mendeteksi gejala dan mencegah penularan TBC di lingkungan masing-masing.
Kepala Puskesmas Lompe Ntodea, Idham, mengatakan pembentukan Desa Siaga TBC merupakan upaya menerjemahkan kebijakan pemerintah di bidang kesehatan hingga ke tingkat desa. Menurut dia, penanggulangan TBC perlu mendapat perhatian serius karena penyakit tersebut masih menjadi salah satu masalah kesehatan menular di Indonesia.
“Penanggulangan TBC ini juga menunjang Asta Cita Bapak Presiden, khususnya Asta Cita keempat, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan,” kata Idham.
Idham menjelaskan, pelbagai langkah terus dilakukan pemerintah untuk mempercepat penemuan kasus dan memastikan masyarakat yang terindikasi TBC mendapatkan pemeriksaan serta penanganan sesuai dengan ketentuan.
Di wilayah kerja Puskesmas Lompe Ntodea yang meliputi enam desa di Kecamatan Parigi Barat, saat ini tercatat 57 kasus TBC. Kasus tersebut tersebar di Desa Parigi Mpu’u sebanyak 12 kasus, Kayuboko 19 kasus, Jono Kalora 8 kasus, Baliara 9 kasus, Lobu Mandiri 6 kasus, dan Air Panas 3 kasus.
Angka tersebut, kata Idham, masih dapat berubah karena pemeriksaan atau skrining terhadap kontak serumah maupun masyarakat yang memiliki risiko terpapar masih terus dilakukan.
“Programnya nanti akan kita lakukan pemeriksaan secara massal di enam desa. Harapannya masyarakat bisa mendeteksi secara dini melalui screening terhadap penderita TBC yang ada di Parigi Barat, khususnya di Desa Baliara,” ujarnya.
Menurut Idham, inovasi Mari Libas TBC diharapkan dapat memperkuat penanggulangan TBC dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Warga tidak hanya menjadi sasaran program, melainkan juga didorong berperan dalam menemukan kasus, mendukung pengobatan, dan mencegah penularan.
Ia juga mengingatkan agar penderita TBC tidak mendapatkan stigma atau perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar. Sebab, TBC dapat disembuhkan apabila ditemukan lebih awal dan pasien menjalani pengobatan secara teratur sesuai dengan ketentuan.
“Jangan memberikan stigma kepada masyarakat yang menderita TBC. TBC mudah disembuhkan apabila cepat ditemukan dan ditangani,” tegasnya.
Idham mengajak masyarakat mengenali gejala TBC, terutama batuk yang berlangsung selama dua minggu atau lebih. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Desa Baliara Fadli Badja menyambut baik pembentukan Desa Siaga TBC di wilayahnya. Ia menilai program tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak ragu melakukan pemeriksaan ketika mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Fadli meminta warga menghilangkan rasa malu maupun gengsi untuk memeriksakan kondisi kesehatan.
“Kalau kita sudah mengalami batuk lebih dari dua minggu, jangan malu untuk memeriksakan diri. Apalagi kita hidup berdekatan dengan keluarga dan masyarakat lainnya,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Desa Siaga TBC dapat meningkatkan kepedulian masyarakat Desa Baliara terhadap pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut.
“Dengan adanya Desa Siaga TBC ini, kita berharap masyarakat semakin peduli, mau memeriksakan diri dan bersama-sama mencegah penularan TBC,” katanya.
Pembentukan Desa Siaga TBC di Desa Baliara diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung percepatan eliminasi TBC. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung target Kabupaten Parigi Moutong bebas TBC menuju 2030.
Laporan : Ois Bakri**


Komentar