PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Pemeriksaan kesehatan sejak awal kehamilan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penularan HIV dari ibu kepada bayi. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Hj. Hestiwati Nanga, meminta tenaga kesehatan memperkuat pemeriksaan terhadap ibu hamil, termasuk melalui program triple eliminasi.
Hestiwati menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG), kepedulian terhadap stunting, dan pencegahan tuberkulosis (TB) di Kantor Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kamis, 8 Oktober 2026.
“Kenapa ini selalu saya sampaikan di berbagai kesempatan, karena ibu hamil terdeteksi HIV/AIDS pada trimester terakhir, dalam beberapa kasus bayi yang dikandungnya juga positif,” ungkap Hestiwati.
Menurut Hestiwati, deteksi HIV pada trimester pertama memungkinkan ibu hamil segera memperoleh penanganan dan pengobatan. Langkah tersebut diperlukan untuk menekan risiko penularan virus kepada bayi.
“Sebab, ibu hamil yang positif langsung diberikan penanganan dan mendapatkan pengobatan HIV/AIDS,” katanya.
Ia mengatakan pemeriksaan sejak dini telah memberikan manfaat dalam upaya mencegah penularan HIV dari ibu kepada anak. Pengalaman tersebut, menurut dia, juga terlihat ketika dirinya bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah.
“InsyaAllah penularan terhadap bayi dalam kandungan bisa dicegah dengan pengecekan sejak dini. Sebab, sudah banyak bukti yang saya temukan secara langsung saat menjabat di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah,” tukasnya.
Karena itu, Hestiwati mendorong tenaga kesehatan meningkatkan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil, dengan target cakupan mencapai 80 persen. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi tiga penyakit, yakni HIV, sifilis, dan hepatitis B, yang berisiko ditularkan dari ibu kepada anak.
“Dengan langkah ini, diharapkan dapat mencegah penularan penyakit terhadap ibu dan anak,” ujarnya.
Hestiwati juga meminta jajaran TP-PKK turut menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan tersebut kepada masyarakat, terutama perempuan yang sedang hamil. Menurut dia, keterlibatan kader PKK diperlukan agar informasi mengenai pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Selain pencegahan penularan penyakit, pemeriksaan kehamilan berkaitan dengan upaya menekan angka stunting. Hestiwati mengatakan ibu hamil menjadi salah satu sasaran intervensi dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Ibu hamil harus didorong rajin mengecek kehamilannya dengan datang ke imunisasi,” kata dia.
Hestiwati juga menyoroti angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Parigi Moutong yang masih menjadi perhatian. Ia menyebut perdarahan saat persalinan sebagai salah satu penyebab yang perlu diantisipasi.
Dalam kondisi darurat, ketersediaan darah menjadi faktor penting untuk membantu ibu yang membutuhkan transfusi selama proses persalinan. Karena itu, Hestiwati, yang juga menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong, terus mendorong kegiatan donor darah di setiap kecamatan.
“Saya berharap forum pimpinan kecamatan untuk bersama-sama menggerakkan masyarakat untuk mendonorkan darahnya dalam kegiatan aksi donor darah yang dalam waktu dekat akan kami laksanakan,” pungkasnya.
Laporan : Ariyanto**


Komentar