Ragam
Beranda » Bupati Parimo Ikuti Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Bahas Sinkronisasi Dengan 9 Berani

Bupati Parimo Ikuti Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Bahas Sinkronisasi Dengan 9 Berani

Rapat koordinasi evaluasi Asta Cita di Reconnect, Bukabuka Island, Kabupaten Tojo Una-Una. Jum'at, 11 September 2026. Foto : Diskominfo Parigi

TOJO UNA-UNA, Toraranga.com – Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Rapat tersebut berlangsung di Reconnect, Bukabuka Island, Kabupaten Tojo Una-Una, Jumat, 11 September 2026.

Rapat dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah serta para kepala daerah se-Sulawesi Tengah beserta jajaran.

Anwar Hafid mengatakan keberhasilan Program Asta Cita di daerah membutuhkan keseriusan dan komitmen seluruh pihak. Menurut dia, pelaksanaan program pemerintah pusat tersebut dapat sekaligus mendukung pencapaian visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Program ini akan berhasil jika kita serius. Walaupun ini bukan program kita, tetapi dengan berhasilnya program ini pasti secara otomatis akan mendongkrak visi dan misi kita. Ini sejalan juga dengan program 9 BERANI,” ujar Anwar Hafid.

Rapat koordinasi dan evaluasi itu menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pelaksanaan Program Asta Cita dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2029.

Tekan Kasus TBC Hingga Pelosok, Desa Kayuboko Jadi Desa Siaga Tuberkulosis

Sinkronisasi tersebut juga diarahkan agar pelaksanaan Program Asta Cita berjalan sejalan dengan Program Unggulan 9 BERANI yang menjadi bagian dari agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Rapat koordinasi dan evaluasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 11–12 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum penguatan koordinasi pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Asta Cita di wilayah Sulawesi Tengah.

Laporan : Jangs Labrie**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *