PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Kesempatan pendidikan tinggi bagi anak-anak nelayan dan pembudidaya ikan asal Kabupaten Parigi Moutong terbuka semakin lebar. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menjalin komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk membuka akses pendidikan vokasi bagi generasi muda dari keluarga pelaku utama perikanan.
Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP RI di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Pertemuan itu dihadiri Bupati bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan serta Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong. Pembahasan diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerah.
Erwin Burase menilai peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi sumber daya kelautan. Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah justru harus mendorong pemerintah daerah lebih aktif mencari dukungan program dari pemerintah pusat.
“Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah tidak boleh hanya menunggu. Kita harus aktif menjemput program pemerintah pusat agar pembangunan tetap berjalan dan masyarakat tetap merasakan manfaatnya. Karena itu, saya datang langsung untuk memperjuangkan peningkatan kualitas SDM pelaku usaha perikanan di Parigi Moutong,” tegas Bupati Erwin Burase di hadapan jajaran BPPSDM KP.
Hasil pembahasan membuka peluang bagi anak-anak pelaku utama perikanan di Parigi Moutong untuk mengikuti pendidikan vokasi jenjang Diploma III (D3) dan Diploma IV (D4) pada perguruan tinggi di bawah KKP RI.
Program tersebut memberikan sejumlah fasilitas pendidikan tanpa biaya bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Dukungan yang disiapkan KKP mencakup uang kuliah tunggal atau SPP, pakaian seragam, tempat tinggal di asrama mahasiswa, serta kebutuhan makan selama menjalani pendidikan.
Tidak hanya itu, Pemkab Parigi Moutong juga mengambil peran dalam proses persiapan calon peserta. Pemerintah daerah akan membantu pembiayaan tahapan seleksi yang dilaksanakan di daerah, termasuk ujian akademik dan pemeriksaan kesehatan.
Calon mahasiswa dari Parigi Moutong nantinya berkesempatan mengikuti pendidikan di sejumlah kampus vokasi milik KKP. Pilihan tersebut mencakup Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone di Sulawesi Selatan, serta Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung di Sulawesi Utara.
Bupati Erwin Burase memandang program tersebut sebagai investasi sumber daya manusia yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Anak-anak dari keluarga nelayan tidak hanya diarahkan memperoleh pendidikan formal, tetapi juga dipersiapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri kelautan dan perikanan.
“Harapan kita, ketika anak-anak nelayan ini lulus, mereka tidak hanya siap kerja sebagai tenaga profesional, tetapi juga mampu menjadi wirausaha muda mandiri yang mengelola potensi kelautan kita menjadi produk berdaya saing global dan bernilai ekonomi tinggi,” tambah Erwin optimis.
Selain akses pendidikan, komunikasi Pemkab Parigi Moutong dengan BPPSDM KP juga mencakup peluang pengembangan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta peningkatan kapasitas penyuluh perikanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem pengembangan SDM kelautan yang lebih kuat. Dengan dukungan pendidikan dan keterampilan, generasi muda dari keluarga nelayan diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mengembangkan potensi perikanan daerah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, kerja sama dengan pemerintah pusat menjadi salah satu strategi untuk memperluas manfaat pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Program pendidikan dan pengembangan kompetensi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi baru pelaku kelautan dan perikanan yang terampil, mandiri, dan berdaya saing.


Komentar