PARIGI MOUTONG, Toraranga.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menanam pohon di Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, untuk mengurangi risiko erosi dan tanah longsor di kawasan bantaran sungai.
Penanaman pohon itu menjadi bagian dari upaya mitigasi vegetasi sekaligus memperkuat pencegahan bencana berbasis lingkungan. BPBD menilai pengurangan risiko bencana tidak cukup dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi perlu dimulai dengan langkah pencegahan di kawasan rawan.
Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai, mengatakan pelestarian lingkungan dan penguatan vegetasi merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko bencana.
“Pengurangan risiko bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi harus dimulai melalui langkah-langkah pencegahan dan peningkatan ketangguhan masyarakat,” ujar Rivai seusai kegiatan, Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurut Rivai, vegetasi dapat membantu menjaga kestabilan tanah, meningkatkan penyerapan air, serta menekan potensi erosi dan longsor. Namun, manfaat tersebut bergantung pada kesesuaian jenis tanaman, kondisi lahan, dan pemeliharaan setelah penanaman.
BPBD menanam bibit di sejumlah titik di Desa Sibalago. Sebagian ditanam di bantaran sungai untuk mendukung kestabilan lingkungan di sekitar aliran air. Bibit lainnya ditanam di lingkungan sekolah guna memperluas ruang hijau dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026. Sepanjang Oktober, BPBD Parigi Moutong menggelar sejumlah kegiatan edukasi, sosialisasi, dan aksi lapangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana.
Rivai menegaskan, keberhasilan mitigasi vegetasi tidak berhenti pada penanaman bibit. Tanaman perlu dirawat agar tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Karena itu, BPBD mengajak masyarakat ikut menjaga pohon yang telah ditanam. Keterlibatan warga dinilai penting agar kegiatan mitigasi tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi berlanjut menjadi upaya perlindungan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong keterlibatan bersama dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana dan melindungi masyarakat,” kata Rivai.
Laporan : Ariyanto**


Komentar